Jumat, 25 April 2014

Debut Giggs sebagai Manajer MU Malam Ini

Ryan Giggs memilih jaket olahraga ketimbang jas dalam konferensi pers pertamanya sebagai Manajer Manchester United. "Seperti saat masih bermain, saya tidak sabar menunggu Sabtu sore," katanya di pusat pelatihan United di Carrington, Manchester, Jumat lalu.

Malam ini, Sabtu, 26 April 2014 pukul 23.30 waktu Indonesia bagian barat, Giggs akan memimpin Red Devils menjamu Norwich City di Stadion Old Trafford, Manchester. Padahal, Senin lalu, ia masih berstatus pemain.

Manajemen United menunjuk pemain sayap asal Wales itu sebagai manajer sementara, menggantikan David Moyes, yang dipecat pada Selasa lalu. Giggs, 40 tahun, bertugas memandu mantan rekan-rekan setimnya dalam empat pertandingan terakhir Liga Primer Inggris musim 2013/2014. "Waktu Ed (Woodward, Direktur Pelaksana United) menunjuk saya, saya menerimanya tanpa ragu," ujarnya.

Giggs antusias menyambut peran barunya. "Ini merupakan masa paling membanggakan dalam karier saya," kata Giggs, yang melakoni debut sebagai pemain United pada Maret 1991 pada usia 17 tahun. "Saya akan sangat menikmati 2,5 pekan terakhir musim ini."

Giggs, yang masih terdaftar sebagai pemain di tim utama United, berambisi memetik kemenangan dan membuat suporter menyudahi pertandingan dengan senyuman dalam empat laga sisa United. Maklum, juara bertahan Liga Primer Inggris itu terpuruk di posisi ketujuh klasemen. "Musim ini betul-betul bikin frustrasi," katanya.

Giggs yakin Old Trafford, gelanggang dengan kapasitas 70 ribu penonton, bakal bergemuruh saat Red Devils keluar dari lorong pemain, malam ini. Keyakinannya itu berasal dari semangat anak-anak asuhannya yang bergelora sejak pertama kali dia memimpin latihan, Selasa lalu. Kepada mereka, Giggs menjabarkan filosofi sepak bolanya, "Bermain sebagus mungkin, ciptakan gol, dan hibur penonton."

Lewat puluhan awak media yang memenuhi ruang pers di Carrington, Giggs menyampaikan terima kasihnya kepada Moyes. Saat datang di Old Trafford dari Everton, Juni tahun lalu, pelatih asal Skotlandia itu langsung meminta Giggs membantunya sebagai staf pelatih. "Kesempatan itu tidak pernah saya lupakan," ujar Giggsy, panggilannya.

Jumat, 18 April 2014

Konate Yakin Persib Akan Akhiri Rekor Buruk di Gresik ,,,,,

Gairah kemenangan atas Arema Cronus masih dirasakan gelandang Persib Bandung, Konate Makan. Dengan semangat tinggi, Konate berharap tren positif ini berlanjut ke pertandingan Persib berikutnya melawan Gresik United di Stadion Tri Darma, Gresik, Minggu (20/4) malam nanti.

“Pertandingan selanjutnya kita main lawan Gresik. Insyaallah kita bisa dapat 3 poin lagi. Saya yakin terhadap tim saya. Latihan juga sangat bagus. Target menang,” ungkap Konate sebelum tim berangkat ke Jawa Timur.

Terkait catatan buruk Persib di kandang Gresik United, Konate berharap rekor tersebut terhenti di laga kali ini. Konate menunjukkan rasa percaya diri bahwa timnya, dengan materi pemain saat ini, bisa merebut kemenangan dari tim tuan rumah.

“Saya tidak tahu mungkin tahun lalu Persib kalah, insyaallah tahun ini bisa menang. Pemain kita punya kualitas, solidaritas tim juga bagus. Sepakbola sangat berbeda. Persib selalu kalah lawan Gresik, tapi saya harap sekarang bisa menang,” tegasnya.

Pemain asal Mali ini akan berjumpa dengan mantan rekan setimnya saat di PSPS Pekanbaru musim lalu. Dia adalah striker asal Senegal, Ndiaye Pape Latyr. Konate memberi kredit atas permainan Pape Latyr, namun ia yakin defender Persib bisa menjaga pertahanannya agar striker ini tidak mencetak gol.

“Ada teman saya, striker waktu main di PSPS. Ini bukan reuni pertama, karena Putaran II (musim lalu) saya ke Barito (Putera) dan dia ke Persidafon (Dafonsoro). Jadi kami bertemu di Putaran II. Waktu itu tim saya (Barito Putera) menang 2-1. Pape Latyr striker bagus. Tapi saya yakin defender kita bisa menahan dia untuk tidak cetak gol,” pungkasnya.

Jumat, 11 April 2014

Kalah dengan Skor Telak, Jaino Janji Evaluasi Kembali Tim


Jaino Matos mengaku skor yang diraih Diklat PERSIB U-21 pada partai uji coba dengan tim senior di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (BLA), Sabtu (04/1) tidak realistis. Menurutnya, skor 9-0 menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk masa depan.

Pelatih asal Negeri Samba ini mengaku, hasil pertandingan tadi pun menjadi bahan evaluasinya. Walau dirinya sudah menyampaikan jika dalam pertandingan sepakbola semua hal mungkin saja terjadi.

"Skor tidak realistis. Semua akan dievaluasi. Bukan hanya taktik, tapi mental dan motivasi pemain pun akan kita evaluasi. Tapi ini memang sesuai harapan kita bahwa uji coba dengan level yang di atas," kata Jaino usai pertandingan.

Seperti diketahui, pada uji coba pertama melawan tim senior di Stadion Siliwangi November lalu, anak asuh Jaino sukses menahan imbang dengan skor 1-1.

Sementara itu, meski kali ini timnya kebobolan 9 gol, Jaino tetap mengapresiasi perjuangan Untung Wibowo dan kawan-kawan.

"Kita mau mereka lebih baik di masa depan. Jadi saya sampaikan kepada mereka ini walau tidak realistis namun menjadi pengalaman berharga," jelasnya. ***

Jumat, 04 April 2014

JuVentus Bangkit dari liang kubur

Jakarta - Juventus menutup Serie A pekan lalu dengan kekalahan dari Napoli. Kans Bianconeri untuk kembali memetik poin penuh di liga terbuka lebar kala menjamu tim penghuni zona degradasi, Livorno, di giornata 32.

Akhir pekan lalu, Juve takluk saat melawat ke markas Napoli. La Vecchia Signora pulang dengan kekalahan 0-2 dari San Paolo.

Hasil itu memutus rentetan 22 pertandingan tak terkalahkan Juve di Serie A. Sebelumnya, Gianluigi Buffon dkk. mencatat 20 kemenangan dan cuma dua kali imbang.

Pekan ini, Juve punya peluang besar untuk kembali meraup tiga poin di liga. Mereka akan menjamu Livorno di Juventus Stadium, Selasa (8/4/2014) dinihari WIB.

Menilik catatan pertemuan antara kedua tim, Juve diprediksi tak akan kesulitan untuk mengamankan kemenangan. Juve tak pernah kalah melawan Livorno di Serie A sejak Januari 1942 dengan mencatat 13 kemenangan dan lima hasil imbang.

Selain bermodal kemenangan atas Olympique Lyon di Liga Europa, Juve juga punya bekal bagus lewat catatan kandang yang oke. Tim arahan Antonio Conte itu masih punya rekor 100 persen di kandang dengan menyapu bersih kemenangan dari 15 laga Serie A yang sudah dimainkan di Juventus Stadium.

Kemenangan atas Livorno tak hanya akan membuat Juventus menjaga jarak di puncak klasemen dari AS Roma. Jika mampu mengalahkan Livorno, Juve akan menyamai rekor kemenangan kandang terbanyak dalam semusim yang saat ini masih dipegang Torino (16 kemenangan kandang di musim 1947/1948).