Jumat, 28 Februari 2014

FC Schalke 1-6 Real Madrid

Kalau nasib buruk itu benar ada, sepertinya kali ini Schalke menghadapi nasib buruk bernama Real Madrid. Tanpa ampun, mereka digilas 6-1 di kandang mereka sendiri, Veltins Arena, Kamis (27/2). Tidak ada yang kiranya patut disalahkan, hanya perbedaan kelas yang terlalu menonjol antara kedua tim.

Jelang leg kedua, mau tak mau Schalke pun berharap pada keajaiban untuk lolos, walau mungkin itu masih belum cukup untuk memutarbalik defisit lima gol.

Babak pertama
Di babak pertama saja, Real Madrid sudah mengukuhkan ketangguhannya dengan dua gol. Seolah menegaskan perbedaan kelas, aksi Benzema dan Bale sudah membuat pemain Schalke putus asa saat laga belum genap setengah jam.

Schalke sebenarnya mendapatkan peluang pertama saat laga belum berjalan semenit. Menyambut umpan lambung dari pojok lapangan, Howedes sukses menanduk bola. Sayang, tandukannya melebar di sisi kanan gawang Casillas.

Memasuki menit ketigabelas, kerjasama antara Bale dan Ronaldo terjalin dengan manis. Namun, justru Benzema yang menemukan ruang kosong dan menghempaskan bola ke jala Fahrmann. Schalke tertinggal, tapi fans tuan rumah berteriak makin keras.

Julian Draxler, si bocah ajaib Jerman, hampir saja menyamakan kedudukan semenit kemudian. Mendapat umpan silang matang, ia melepas tembakan jarak dekat ke gawang Madrid. Untung saja ada Iker Casillas, yang refleks dahsyatnya membatalkan sepakan Draxler.

Sepuluh menit berselang, giliran Bale yang beraksi. Eks penggawa Tottenham Hotspur ini menguasai umpan Benzema dan memperdaya dua bek Schalke. Berhadapan dengan kiper, Bale tak butuh waktu lama untuk menggandakan keunggulan Real Madrid.

Tuan rumah mulai kehilangan semangatnya, walau fans mereka terus bersorak. El Real pun terus mendominasi seiring Cristiano Ronaldo melakukan tiga percobaan. Sayang, dua aksi gemilang Fahrmann dan satu aksi mistar sukses mencegah sang penyerang membukukan satu gol di paruh pertama. Turun minum, Real Madrid unggul dua gol.

Babak kedua
Schalke kembali membuka awal babak dengan ancaman, tapi lagi-lagi El Real yang mencetak gol duluan. Kali ini hasil kerjasama dengan Bale membuat Ronaldo mendapat ruang untuk beraksi dan membuat keunggulan menjadi tiga gol.

Lima menit kemudian, Benzema membuat Veltins Arena jadi lumbung gol setelah ia mengkonversi umpan Ronaldo menjadi gol keempat ke jala tuan rumah. Semangat Schalke pun semakin surut, visi penyerangan, bahkan kedisiplinan bertahan tak mampu lagi mengimbangi kegemilangan Los Galacticos.

Sebagai pelengkap penderita, Bale mencetak gol keduanya dalam laga ini setelah menyambut umpan Sergio Ramos. Perbedaan kelas pun semakin nyata, seiring Carlo Ancelotti mengubah lapangan bola menjadi area bermain bagi pasukannya.

Memasuki menit-menit akhir, Ronaldo kembali beraksi. Menyambut operan Benzema, mengecoh kiper, dan langsung saja ia membuat keunggulan menjadi enam angkat. Kendati begitu, Schalke mendapat penghiburan setelah Huntelaar mencetak gol brlian, sepakan voli dari luar kotak penalti. Namun penghiburan tetaplah penghiburan, karena yang keluar dengan tawa adalah pasukan Ancelotti.

Jumat, 21 Februari 2014

City VS barca Berakhir 0-0

Babak pertama pertandingan pertama antara Barcelona melawan Manchester City babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Stadion Etihad, Rabu dini hari berakhir 0-0.

Barcelona maupun Manchester City saling beradu strategi masing-masing dengan pola tiki taka dikombinasikan dengan long passing ball dalam memainkan bola ke arah gawang lawan.

Namun kedua kesebelasan belum bisa mencetak gol dari beberapa peluang yang tercipta dari kerjasama tim Barcelona Dani Alves, Javier Mascherano, Jordi Alba dan Messi ataupun serangan solo penyerang City Alvaro Negredo.

Jumat, 14 Februari 2014

PSSI U 19 2014

PSSI Meminta panitia pelaksana (panpel) Tur Nusantara timnas Indonesia U-19 di Semarang meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada otoritas sepakbola di Indonesia tersebut. Menyusul, adanya insiden pemasangan foto pribadi Pengurus PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, di lembar tiket pertandingan antara timnas U-19 kontra PSIS di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (14/2) malam.

Sekjen PSSI, Joko Driyono, menegaskan jika tidak ada permintaan maaf dari pihak panpel, laga tersebut akan dibatalkan. Hal itu dilakukan untuk memproteksi timnas di semua level dari upaya politisasi maupun pencitraan melalui medium sepakbola.

PSSI sendiri baru mengetahui insiden tersebut sekitar pukul 16.00 WIB hari ini. Joko mengungkapkan pada seluruh rangkaian Tur Nusantara timnas U-19, panpel pertandingan tidak dikendalikan oleh PSSI, melainkan diserahkan ke tuan rumah masing-masing.

Seluruh akomodasi tiimnas U-19 pada tur tersebut juga dibiayai sendiri oleh PSSI, tanpa mengutip dari tuan rumah. "PSSI hanya melakukan supervisi saja di bawah kendalii foootball services. Dan semua panduan sudah diberikan ke panpel lokal," ucap Joko.

"Tapi kali ini ada insiden. Maka PSSI jelas dan tegas. Timnas U-19 tidak akan main, kecuali panpel setempat meminta maaf secara terbuka dan tertulis kepada PSSI sebelum kick-off," tegas Joko.

Panpel setempat sendiri kabarnya langsung menggelar konferensi pers untuk memberi klarifikasi masalah ini.

Jumat, 07 Februari 2014

Persib Uji lapangan Stadion Gelora Bumi Kartini

Persib melakukan uji lapangan Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (08/2). Dalam kesempatan ini, skuat Maung Bandung berlatih dibawah guyuran hujan yang cukup deras.

Seperti biasa, pemain berlatih fisik bersama asisten pelatih Yaya Sunarya. Para pemain kemudian melanjutkan dengan game langsung di bawah arahan Djadjang Nurdjaman.

Pada latihan kali ini, pemain asal Mali, Djibril Coulibaly tampak ikut berlatih. Terlihat pemilik nomor 21 ini sudah mulai dapat berbaur dalam latihannya ini meski ia harus absen bertanding dalam beberapa laga Persib..